RoboCop (1987)
Posted by Unknown
Posted on 8:00 PM
with No comments
Robocop adalah sebuah film aksi dan fiksi ilmiah Amerika tahun 1987 yang disutradarai oleh Paul Verhoeven. Mengambil lokasi di Detroit yang dikuasai kejahatan, Robocop menceritakan seorang petugas polisi yang dibunuh secara brutal dan kemudian diciptakan kembali sebagai seorang manusia super cyborg.
Labels:
1987
Master and Commander: The Far Side of the World (2003)
Posted by Unknown
Posted on 4:32 AM
with No comments
Berdasarkan novel seri karya Patrick O’Brien tentang Kapten “Lucky” Jack Aubrey, seorang perwira dari angkatan laut kerajaan Inggris sekaligus kapten kapal HMS Surprise yang diperankan Russel Crowe. Dalam film yang bersetting waktu era Kaisar Napoleon dari Perancis, Russel Crowe bermain bersama Paul Bettany yang berperan sebagai Stephen Maturin, seorang dokter kapal.
Misi yang diemban Jack Aubrey adalah mencegat armada perancis dan memusnahkannya. Tetapi ditengah misi, HMS Surprise diserang oleh musuh yang berkekuatan jauh lebih besar dan memiliki persenjataan 2 kali lebih besar, hingga mengalami rusak berat dan banyak awak kapal yang terluka. Pilihan yang dihadapi Jack Aubrey, adalah melanjutkan misi dengan mengarungi 2 lautan dan cuaca yang ekstrim, atau membela kepentingan anak buahnya. Tapi apa yang harus dipertaruhkannya? Nama baik sebagai perwira armada kerajaan Inggris yang piawai atau nyawa awak kapal termasuk nyawanya sendiri.
Perjalanan kapten Jack Aubrey untuk mengejar musuhnya dilalui mulai dari pesisir Brazil, melewati Teluk Horn yang merupakan perairan tidak ramah, hingga mencapai sisi lain dari dunia, pesisir pulau Galapagos.
Labels:
2003
Planet of the Apes (2001)
Posted by Unknown
Posted on 1:39 AM
with No comments
Kalau biasanya kera adalah binatang peliharaan manusia, tapi apa jadinya bila manusia justru menjadi budak seekor kera? Cerita ini berawal dari kegagalan mengejar seekor simpanse yang kabur dari pesawat induk riset Oberon, pesawat yang dikemudikan Kapten Leo Davidson masuk ke lorong waktu ratusan tahun. Yang terjadi kemudian Leo ternyata terdampar di sebuah planet yang dikuasai kera-kera yang dapat berbicara, di mana manusia menjadi budak kera. Beruntung nasib baik masih berpihak pada Leo.
Ari, seekor kera muda anak senator membeli Leo untuk dipekerjakan di rumahnya. Tidak seperti kebanyakan bangsa kera yang membenci manusia, Ari yang merupakan aktifis persamaan hak justru membantu Leo dan semua pembantunya melarikan diri ke Calina, tanah keramat bangsa kera. Dengan susah payah, mereka harus menghindari kejaran ratusan tentara kera di bawah pimpinan Jenderal bengis, Thade. Sesampainya di sana, Leo mendapati rongsokan pesawat Oberon dan kata ‘Calina’ yang merupakan penggalan sebuah kalimat kunci kepulangannya.
Labels:
2001
The Pianist (2002)
Posted by Unknown
Posted on 2:44 AM
with No comments
Wladyslaw Szpilman (Brody) adalah seorang pianis keturunan Yahudi yang sangat terkenal di Polandia, dan bekerja untuk radio Warsawa. Sayang semua bakatnya hampir saja sirna seiring dengan ekpansi Jerman melalui serangan bertajuk Blitzkrieg 1 september 1939. Kehidupan tak berjalan lagi seperti biasa, radio sudah mulai dilarang mengudara kecuali demi kepentingan Jerman.
Maka tak ada yang dapat Szpilman lakukan selain pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga dan mendengarkan radio luar yang kebetulan sedang memberitakan pernyataan perang Prancis kepada Jerman. Perasaan optimis sempat singgah sebentar bahwa perang akan segera berakhir dengan kekalahan pasukan Hitler. Namun sayang kehidupan justru terus terjun ke dalam jurang terdalam kebiadaban terutama bagi mereka kaum Yahudi, mulai dari kebijakan membatasi uang dalam keluarga hingga kewajiban mereka untuk menggunakan tanda bintang David pada lengan mereka untuk membedakan mereka Yahudi atau bukan.
Mereka pun dipaksa untuk hidup di gang-gang khusus (Ghetto), semua perlakuan ini setidaknya memiliki maksud pembasmian Yahudi secara perlahan. Nyawa mereka seolah tak berharga, jika pasukan Jerman sedang tidak memiliki suasana hati bagus, mereka sah-sah saja melampiaskannya dengan membunuh Yahudi. Begituah kesan cerita yang ingin ditampilkan, mengenai benar atau tidaknya sejarah tersebut masih memiliki banyak perdebatan. Peristiwa yang dikenal dunia sebagai Holocaust merupakan tema utama film ini, sedangkan Szpilman adalah sebuah gambaran bagi kesulitan hidup seorang Yahudi yang menghadapi kematiannya berkali-kali.
Profesi sebagai seorang pianis ternyata sangat berguna saat perang bagi Szpilman, terbukti berulang kali ia selamat dari lubang jarum. Suatu kali ketika deportasi kaum Yahudi ke Trebelinka, Szpilman diselamatkan oleh salah seorang polisi Ghetto Yahudi yang ia kenal dekat. Sebab orang-orang dalam kereta itu tidak sedang menuju kota tersebut, tapi sedang dalam perjalanan menuju kematian mereka.
Szpilman benar-benar panik karena harus berpisah dengan seluruh keluarga, dan ia kini benar-benar tanpa tujuan dalam sarang singa. Bertahun-tahun mencoba bertahan hidup, menjadi penyelundup keperluan kaum Yahudi yang berencana melawan dari dalam Ghetto tempat mereka diasingkan dari penduduk lain dan dipekerjakan sebagai budak.
Maka tak ada yang dapat Szpilman lakukan selain pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga dan mendengarkan radio luar yang kebetulan sedang memberitakan pernyataan perang Prancis kepada Jerman. Perasaan optimis sempat singgah sebentar bahwa perang akan segera berakhir dengan kekalahan pasukan Hitler. Namun sayang kehidupan justru terus terjun ke dalam jurang terdalam kebiadaban terutama bagi mereka kaum Yahudi, mulai dari kebijakan membatasi uang dalam keluarga hingga kewajiban mereka untuk menggunakan tanda bintang David pada lengan mereka untuk membedakan mereka Yahudi atau bukan.
Mereka pun dipaksa untuk hidup di gang-gang khusus (Ghetto), semua perlakuan ini setidaknya memiliki maksud pembasmian Yahudi secara perlahan. Nyawa mereka seolah tak berharga, jika pasukan Jerman sedang tidak memiliki suasana hati bagus, mereka sah-sah saja melampiaskannya dengan membunuh Yahudi. Begituah kesan cerita yang ingin ditampilkan, mengenai benar atau tidaknya sejarah tersebut masih memiliki banyak perdebatan. Peristiwa yang dikenal dunia sebagai Holocaust merupakan tema utama film ini, sedangkan Szpilman adalah sebuah gambaran bagi kesulitan hidup seorang Yahudi yang menghadapi kematiannya berkali-kali.
Profesi sebagai seorang pianis ternyata sangat berguna saat perang bagi Szpilman, terbukti berulang kali ia selamat dari lubang jarum. Suatu kali ketika deportasi kaum Yahudi ke Trebelinka, Szpilman diselamatkan oleh salah seorang polisi Ghetto Yahudi yang ia kenal dekat. Sebab orang-orang dalam kereta itu tidak sedang menuju kota tersebut, tapi sedang dalam perjalanan menuju kematian mereka.
Szpilman benar-benar panik karena harus berpisah dengan seluruh keluarga, dan ia kini benar-benar tanpa tujuan dalam sarang singa. Bertahun-tahun mencoba bertahan hidup, menjadi penyelundup keperluan kaum Yahudi yang berencana melawan dari dalam Ghetto tempat mereka diasingkan dari penduduk lain dan dipekerjakan sebagai budak.
Labels:
2002
The Lord of the Rings: The Return of the King (2003)
Posted by Unknown
Posted on 1:00 AM
with No comments
Labels:
2003








+1.jpg)